Jurnalistik » Event & Kegiatan

Wiyata Laras Budaya Takartepa Hadirkan Kolaborasi Empat UKM Seni STKIP PGRI Pacitan

Redaksi | 117x Dilihat |

Share

| Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Pendopo Pacitan

Pacitan — Empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni di STKIP PGRI Pacitan berkolaborasi dalam kegiatan Wiyata Laras Budaya Takartepa yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-34 STKIP PGRI Pacitan.

Wiyata Laras Budaya Takartepa mengusung kolaborasi antara UKM Karawitan, UKM Tari, UKM Teater, dan UKM Paduan Suara. Kegiatan tersebut mengangkat semangat pelestarian seni dan budaya melalui berbagai pertunjukan yang melibatkan mahasiswa serta pelajar.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 17.00 WIB. Pembukaan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB dengan agenda menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne STKIP PGRI Pacitan, laporan ketua penyelenggara, sambutan Ketua STKIP PGRI Pacitan, sambutan Bupati Pacitan, serta doa pembuka.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni. SMAN 1 Pacitan menjadi penampil pertama pada pukul 20.00–20.15 WIB, kemudian dilanjutkan penampilan SMKN 1 Pacitan pada pukul 20.15–20.30 WIB.

Pertunjukan berikutnya diisi oleh kolaborasi UKM Karawitan dan UKM Tari melalui Tari Gambyong. Setelah itu, UKM Paduan Suara Bahana Nirwana tampil pada pukul 20.45–21.00 WIB. Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Tari Gejuk Sorai oleh UKM Karawitan dan UKM Tari.

Pada sesi berikutnya, kolaborasi lintas UKM kembali ditampilkan melalui pertunjukan yang melibatkan UKM Karawitan, UKM Tari, UKM Bahana Nirwana, dan UKM Teater Sentir. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 22.00 WIB.

Dinilai Lebih Maksimal

Wakil Ketua III STKIP PGRI Pacitan bidang Kemahasiswaan, Dr. Sri Pamungkas, S.S., M.Hum., mengapresiasi pelaksanaan Wiyata Laras Budaya Takartepa. Menurutnya, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar pada 2025.

“Ini adalah volume kedua pelaksanaan Takartepa. Tahun 2025 lalu juga sudah kita laksanakan, dan saya mengapresiasi karena kegiatan pada malam hari ini lebih maksimal, secara tampilan dan kolaborasi lebih luar biasa,” ujar Sri Pamungkas.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi agenda tahunan di lingkungan STKIP PGRI Pacitan.

Sri Pamungkas mengatakan, bidang kemahasiswaan berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan kegiatan dan kreativitasnya.

“Kami dari kemahasiswaan selalu memberikan ruang bagi mahasiswa. Artinya, ruang kami bukan ruang yang eksklusif, tetapi ruang mahasiswa, sehingga kami selalu terbuka ketika ada persoalan, baik itu mengenai anggaran, komunikasi, perizinan, dan sebagainya,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan mahasiswa membutuhkan komunikasi dan kolaborasi antara berbagai pihak. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen pembimbing, dosen, karyawan, serta pihak lain yang terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Kami berkomitmen, termasuk kami yang ada di penanggung jawab kemahasiswaan, dan terus kami berkolaborasi dengan bapak-ibu dosen pembimbing, dosen-dosen, apa namanya, para praktisi juga, sehingga kegiatan pada malam hari ini bisa terlaksana dengan baik,” tutur Sri Pamungkas.

Didorong Menjadi Agenda Tahunan

Sri Pamungkas juga menyampaikan bahwa Wiyata Laras Budaya Takartepa diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan. Menurutnya, pembahasan mengenai keberlanjutan kegiatan tersebut telah diarahkan agar menjadi bagian dari agenda rutin kampus.

“Karena ini akan menjadi acara tahunan, dan kemarin termasuk acara kita yang di DPRD, akan diusulkan sebagai acara tahunan. Artinya, bahwa kita harus bergandengan tangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan karyawan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus.

“Artinya, kesuksesan STKIP tidak bisa dilakukan oleh satu orang, tetapi harus kolaborasi dengan seluruh pihak, baik mulai dari mahasiswa, dosen, karyawan, semuanya harus berkontribusi,” kata Sri Pamungkas.

Pelaksanaan Wiyata Laras Budaya Takartepa menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan seni dan kemahasiswaan di STKIP PGRI Pacitan. Selain menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-34, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya serta membangun kolaborasi antarkegiatan kemahasiswaan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Wiyata Laras Budaya Takartepa diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang apresiasi dan kolaborasi seni mahasiswa serta menjadi bagian dari agenda tahunan STKIP PGRI Pacitan.